Harga Beras Naik, Masyarakat Disarankan Makan Ubi ??

Riau175 Dilihat

 

Rohil – Masyarakat menjerit pasca melambungnya harga beras di Indonesia sejak beberapa waktu lalu hingga kini, Sabtu (7/10/2023) tak terkecuali di Kabupaten Rokan Hilir.

Kenaikan harga beras yang terjadi, di picu fenomena el nino serta adanya pengalihan fungsi lahan dari pertanian ke lahan perkebunan dibeberapa wilayah Indonesia.

Masyarakat khususnya di Bagansiapiapi, Rohil tampak mengeluh saat hendak membeli beras kepada pedagang yang biasanya harga masih terjangkau per kilo nya, kini harus menguras dompet terlalu dalam.

“Iya harga beras sekarang naik, kita sebagai pedagang pun susah menjual perkilonya, apalagi daya masyarakat kita saat ini hanya mampu membeli beras per kilo saja, naiknya harga beras, daya beli masyarakat tampak berat,” Ucap salah seorang pedagang di Kecamatan Sinaboi yang enggan namanya disebutkan.

Pantauan kanginforiau.com, beras kilang maupun beras kemasan naik, yang biasa pedagang menjual perkilonya 11.000 /12.000 kini jadi 13.000 hingga 16.000 per Kg.

Sementara itu dikutip dari tempo.co, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyarankan masyarakat agar mengonsumsi makanan pokok non-beras, seperti ubi dan sorgum, untuk menyiasati harga beras yang naik.

Mendagri menyebutkan, orang-orang kota justru mulai beralih ke makanan non-beras seperti ketela.”Agar masyarakat tidak bergantung kepada beras,” Ujarnya sesuai dikutip dari tempo.co.

Mengenai masalah itu, masyarakat berharap pemerintah mengambil sikap yang bijak dalam mengatasi kenaikan harga beras, karena beras makanan pokok yang memang menjadi turun temurun dilidah orang Indonesia bahkan asia.(Suhend)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *