Ketua Ipemarohil Jakarta, Yusuf Fadli Desak Aparat Penegak Hukum Rohil Tuntaskan Isue Viral Pornografi Yang Diduga Sekda Rokan Hilir

Riau1025 Dilihat

Jakarta – Bulan suci yang penuh keberkahan ini, masyarakat Provinsi Riau khususnya Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) seharusnya dapat menjalankan ibadah puasa dan lainnya dengan khusyuk dan tenang.

Alih-alih khusyuk beribadah, masyarakat Rohil justru dikagetkan dengan munculnya  video yang diduga Sekda Rohil  (FE) vidio call sex (Vcs) dengan seorang wanita tanpa busana melalui panggilan video whatsapp.

Menanggapi viralnya berita tersebut, Ketua Ipemarohil Jakarta, Yusuf Fadli menyampaikan detik ini dirinya belum mengetahui secara pasti, apakah video tersebut memang Sekda Rohil atau bukan, yang masih dalam penyelidikan (APH) dan kita berharap aparat penegak hukum yang terkait dapat melakukan investigasi secepat mungkin, agar berita yang menjijikan ini tidak menggantung  di kalangan masyarakat rokan hilir.

“Kami mahasiswa rokan hilir Jakarta, sangat menyayangkan muncul dan beredarnya vidio vcs yang diduga sekda rohil tersebut, sebagai putra derah kami merasa malu dengan apa yang terjadi dikalangan pejabat pemda rohil saat ini, belum lama kita dihebohkan dengan bupati dan wabup yang hampir baku hantam di acara pelantikan pj Penghulu di pekaitan, hari ini kita dihebohkan kembali dengan vidio vcs yang diduga sekda rohil (FE)” Ujarnya.

Namun Jika memang benar nantinya terbukti pelaku dalam vidio tersebut adalah Sekda Rohil, dikatakannya, Ipemarohil Jakarta berharap (APH) dan Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah khusus karena ini adalah marwah Melayu dan juga integritas penegak hukum, dan juga kami mahasiswa Rokan Hilir Jakarta, tidak akan tinggal diam. karena akan sangat memalukan apabila Rohil punya sekda seperti itu, yang semestinya memberi contoh yang baik, bukan malahan vcs dengan perempuan telanjang.

Apalagi perilaku tersebut sangat bertentangan dengan marwah budaya kita bangsa Melayu yang identik dengan keislaman, yang mana kemudian akhlak dan moral menjadi tolak ukur dinilainya baik dan buruk kepribadian seseorang.

“Terakhir kami mahasiwa Rokan Hilir Jakarta meminta dan menekankan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Rokan Hilir agar dapat menyelesaikan persoalan ini sebelum hari Raya Idul Fitri, guna menjaga kondusifitas dikalangan pemda dan juga masyarakat Rokan Hilir dalam menjalankan ibadah puasa dan apabila isue ini dibiarkan bias tanpa ada penyelesaian dan tidak ada titik terang, maka kami akan melakukan unjuk rasa di Ibu Kota Jakarta.” Tegasnya.

(Sumber: Ketua Ipemarohil Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *