Bagansiapiapi – Banyak bangunan-bangunan bersejarah di Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir kondisinya saat ini tidak terawat.
Bahkan bangunan-bangunan dulunya dan punya nilai sejarah kini sangat memperihatinkan di biarkan begitu saja rusak dan menyeramkan, Rabu (21/10/2026) ketika awak media bertandang ke bangunan tua milik Pemkab Rokan Hilir ini.
Diantaranya bekas Kantor DPRD Kabupaten Rokan Hilir di Jalan merdeka. Bangunan ini saksi bisu perjalanan berdirinya Kabupaten Rokan Hilir,gedung ini kini sudah acak-acakan tak terurus, halamanya kini jadi tempat bisnis kuliner dan kafe.
Kemudian bangunan dermaga pelabuhan Bagansiapiapi, nasibnya juga sama juga tidak terurus lagi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan DPRD Kabupaten Rokan Hilir .
Ironisnya sebagai Ibu Kota dan pusat pemerintahan hingga kini Bagansiapiapi tidak memiliki Pelabuhan. Dimana untuk turun dan naiknya penumpang lokal dari dan ke Bagansiapiapi,Panipahan dan Pulau Halang menumpang di dermaga atau tangkahan milik O Liong alias Kasim yang semasa hidupnya di kenal pengusaha ini.
Pemkab lebih memilih opsi pinjam pakai pelabuhan milik warga yang berada di pesisir laut di Kelurahan Bagan Barat.
” Pemerintah Daerah yang memiliki APBD setiap tahunnya, pilihannya tidak rasional,publik bertanya, pinjam pakainya berapa lama, lima tahun,sepuluh tahun, atau pinjam selama-lamanya, ” Ucap Johan (61) warga Bagansiapiapi,Rabu (21/10/2026) hari ini.
Tak kalah menariknya lagi Pusat Perbelanjaan yang berdiri sejak zaman Sultan Siak,Sultan Syarief Kasim yaitu di kenal dengan Pasar Pelita di bangun Tahun 1980 oleh proyek Inpres Presiden Soeharto.
Kini nasib Pasar Pelita yang di permodren saat H.Annas Ma’amun menjadi Bupati Rohil kini juga bernasib sama. Bangunan Pasar Pelita sudah luluh lantak dan mulai hancur beberapa los pedagang sudah dijarah maling.
Pemerintah Daerah terkesan lebih memilih jalan umum untuk pedagang berjualan. Patut diduga ada korelasi temporal dan kausal dalam hal ini yang pasti setiap Bupati terpilih, tak peduli dengan situasi ini.
Johan seorang seniman warga Bagansiapiapi menyikapi situasi dan kondisi ini melalui kacamatanya sebagai bagian dari masyarakat tempatan.
” Jika sejak awal kerusakan ini diperbaiki, nasib bangunan-bangunan tersebut tidak seperti ini,harapan kita sebagai masyarakat Bagansiapiapi,tolong perbaiki,revitalisasi karena ini merupakan salah satu icon kota ini dan jangan menjadi lokasi menyeramkan, ” Harapnya. (Mashur/Yan)








