Bagansiapiapi – Sejak di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Riau 9 (Sembilan) orang atas kasus korupsi dana PI (Participating Interes) Tahun 2023-2024 di PT.SPRH (Sarana Pembangunan Rokan Hilir) pada (6/8/2026) lalu hingga pelaku di tahan Kamis (22/10/2026) lalu hanya 8 orang saja terlihat di giring ke mobil tahanan menuju ke Rumah Tahanan Negara.
8 (Delapan) orang tersebut merupakan mantan pejabat teras di Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Rokan Hilir.
Mereka adalah TW satu-satunya perempuan merupakan ASN dan mantan Kabag Ekbang Setdakab Rohil.
Kemudian RG,AS,RH,ZP,MF,SA dan MK terlihat lunglai keluar dari Kantor Kejati Riau di iringi Isak tangis pihak keluarga menuju mobil tahanan.
Namun ada seorang tersangka lainya atas nama MM berprofesi Dosen di sebuah Perguruan Tinggi di Kota Medan Sumatera Utara.
MM beberapa kali di panggil oleh penyidik Kejati Riau tetap mangkir dan kini tak tahu keberadaanya.
Informasi di peroleh dari berbagai sumber rumah kediamanya sudah kosong di Medan dan ” Pak Dosen ” ini sedang di buru Tim Tabur (Tangkap Buru) Kejati Riau.
Tidak tahunya keberadaan MM mendapat komentar beragam oleh masyarakat Rohil.
Seperti yang di ungkapkan Amirullah tokoh masyarakat Rokan Hilir Amirullah,Selasa (26/10/2026) selain mengapresiasi kinerja Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau atas rampungnya penyelidikan kasus dugaan korupsi dana PI (Participating Interes) di tubuh PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir Tahun 2023- 2024 lalu,juga angkat bicara soal mangkirnya tersangka atas nama MM tersebut.
” Penetapan sembilan orang tersangka baru oleh penyidik Kejati Riau 6 Agustus 2026 lalu,delapan tersangka telah di tahan menyusul R,mantan Dirut SPRH diawalnya, ” Ucap Amirullah mengapresiasi buah kerja keras penyidik Kejati Riau ini.
” Delapan orang tersangka tersangka sudah di tahan Kamis (22/10/2026) kemaren untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut,satu orang atas nama MM tidak kooperatif dan tak tahu keberadaanya saat ini, ” Tambah Amirullah.
” Kepada MM berprofesi Dosen ini tolong kooperatif,bertanggung jawablah segera menyerahkan diri ke Kejati Riau atau Kejari atau Kepolisian terdekat dimana dia berdomisili sekarang, ” Pinta Putra Rohil kelahiran Kecamatan Kubu ini.
Amirullah yang dulu membongkar kasus korupsi pembangunan pelabuhan Bagansiapiapi Rohil ini menghimbau MM segera menyusul tlrrkanya yang kini di tahan Kejati Riau.
” Kepada MM saya atas nama masyarakat Rohil meminta agar segera menyusul rekanya RG,AS,RH,ZP,MF,MK da R ke rumah Tahanan,mau lari kemana pasti tertangkap juga, ” Tegas Amirullah.
” Masyarakat Rohil berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau,ini prestasi patut kita acungkan jempol,dan semoga pemain atau pelaku utama yang namanya di sebut-sebut di persidangan juga mesti bertanggung jawab dan di tangkap,” Pinta Amirullah dengan mimik serius.
Amirullah mengingatkan kepada petinggi PT. SPRH saat ini menjadikan kasus ini pelajaran terhadap pengelolaan uang negara di Perusahaan Daerah.
” Tangkap aktor intelektual yang kini mungkin berselewerab di luar,namun ingat ketika tersandung kasus semua menyebutkan tidak bersalah,menangis tapi saat jadi orang penting di PT.SPRH mereka lupa, ” Sindir Amirullah
Tokoh muda Kubu Rohil mengingatkan petinggi PT. SPRH bekerja sesuai koridor,transparan,tertip hukum, akuntabel.
” MM segeralah menyerahkan diri pertanggung jawabkan perbuatan anda secara jebtelmen,bawa tu aktor penting lainya biar bisa buat kesebelasan sepak bola di Tahanan, ” Ucapnya. (Yan-Hen-Tim Liputan)









